|
|
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
 |
KISAH CINTA |
|
 |
|
|
|

Yang Guo dan Xiao Longnui
O mortals, what is love? That binds beyond life on earth?
Kisah cinta antara Yang Guo dan Xiao Longnui dapat dipandang sebagai salah satu
kisah cinta terhebat yang pernah diceritakan. Kisah cinta di antara mereka begitu
menyentuh dan mengharukan dalam setiap aspek di dalamnya.


Yang Guo adalah seorang yang periang, yang suka bersenang-senang, dan mencoba
menjalani hidupnya semaksimal mungkin. Xiao Longnui adalah murid Lin Chaoying dari
Partai Makam Kuno, yang dibesarkan dalam didikan untuk tidak mempercayai laki-laki
dan menganggap bahwa semua laki-laki di dunia ini adalah jahat. Ia tumbuh besar
seorang sendiri, terasing dari dunia luar, dan sama sekali tidak tahu akan hal-hal di
dunia ini. Ia dididik untuk tidak memiliki perasaan dan emosi seorang manusia.
Dingin dan tanpa ekspresi, begitulah Xiao Longnui, namun ia memiliki kecantikan yang
begitu mempesona yang dapat membuat setiap mata yang memandang terpana.
Yang Guo masih berumur 14 tahun dan Xiao Long nui telah beranjak dewasa delapan belas
tahun saat mereka pertama kali berjumpa. Yang Guo sedang dikejar oleh guru-gurunya
dari Sekte Quanzhen saat ia bertemu dengan Nenek Sun, yang menolongnya dan membawanya
ke Makam Kuno, di mana ia bersama majikan perempuannya Xiao Longnui tinggal. Pada
detik-detik akhir hidupnya, Nenek Sun memohon kepada majikannya Xiao Longnui
yang enggan menerima Yang Guo untuk mau menerimanya sebagai murid. Tidak memiliki
pilihan lain, akhirnya Xiao Longnui menyanggupi untuk menerima Yang Guo
meskipun sebenarnya peraturan Partai Makam Kuno, yang diperuntukkan bagi perempuan saja,
melarangnya.
Masa-masa awal kehidupan Yang Guo di Makam Kuno tidaklah begitu menyenangkan, karena
gurunya, yang ia panggil bibi, sangatlah keras dan tidak terlalu baik dan
memperhatikannya. Adalah wajar demikian, karena Xiao Longnui dibesarkan seperti itu.
Namun seiring dengan perjalanan waktu, hati Xiao Longnui yang beku pun mulai mencair,
meski ia sekuat tenaga mencoba untuk tidak menunjukkannya. Di luar dia masih kelihatan
keras dan disiplin, namun di dalam hatinya, ia sungguh memperhatikan Yang Guo. Sebuah
perhatian yang bukan cinta, karena Xiao Longnui belum tahu apakah cinta itu. Yang
diketahuinya hanya bahwa ia sangat mempedulikan keselamatan Yang Guo dan ia merasa
sangat kehilangan apabila Yang Guo pergi.
|
 |
 |
Tiga tahun kemudian, Yang Guo yang sekarang berumur 17 tahun telah tumbuh menjadi
seorang pemuda yang tampan, dan ia semakin hari semakin mengasihi bibinya. Ia memandang
bibinya sebagai idolanya, gurunya, dan wanita tercantik yang ada di dunia ini. Tinggal
selama tiga tahun bersamanya telah mengikat hatinya kepada satu orang wanita saja, yaitu
Xiao Longnui.
Ketika Xiao Longnui cedera karena berlatih ilmu Yu Nu Xing Jing bersama Yang Guo,
Li Mochou, kakak seperguruannya yang jahat, masuk menyerang ke dalam Makam Kuno. Tidak
memiliki harapan untuk bertahan melawan Li Mochou karena cedera yang dialaminya, Xiao
Long Nui dan Yang Guo memutuskan untuk menutup seluruh pintu masuk ke Makam Kuno untuk
selama-lamanya agar Li Mochou pun mati bersama mereka dan tidak bisa melakukan kejahatan
kembali. Sebelum mereka melakukan itu, Xiao Longnui menyuruh Yang Guo untuk pergi keluar
dari Makam Kuno dan meninggalkannya untuk mati bersama Li Mochou. Yang Guo berpura-pura
menyetujuinya, namun kemudian melompat masuk kembali ke Makam Kuno saat pintu hampir
tertutup penuh. Kepada bibinya ia berkata: “Bila engkau memutuskan untuk tinggal
di sini selamanya, maka aku pun akan tinggal di sini menemanimu.”
Pada saat itu, Xiao Longnui merasakan sesuatu di dalam hatinya yang ia sendiri tak dapat
menggambarkannya. Untuk pertama kali dalam hidupnya ia merasakan sesuatu di dalam hatinya.
Bukan kemarahan karena Yang Guo tidak menuruti perintahnya, namun sesuatu yang
sungguh mengejutkannya, ia merasa begitu senang Yang Guo memutuskan untuk
tinggal bersamanya.
Setelah sekian waktu berada di dalam Makam Kuno, mereka tanpa sengaja menemukan sebuah
petunjuk akan adanya jalan keluar yang lain, yang Xiao Longnui sendiri pun tidak
mengetahuinya. Bersama-sama mereka menemukan jalan keluar itu, dan keluar untuk memulai
petualangan bersama mereka untuk pertama kali ke dunia luar.
|
|
|
|
|

|
|
 |
 |
 |
 |
 |

|
|
 |
|
 |