|
|
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
 |
RINGKASAN CERITA |
|
 |
 |
 |
Pada masa pemerintahan Kaisar Li Zhong dari Dinasti Song Selatan, Guo Jing sedang dalam
perjalanan menjelajah bersama istri dan putrinya, saat berjumpa dengan
Yang Guo,
putra dari saudaranya dalam sumpah Yang Kang. Yang Guo saat itu baru berumur 13 tahun dan
yatim piatu karena telah ditinggal mati kedua orangtuanya. Guo Jing yang masih merasa bersalah
karena tidak berhasil menyadarkan Yang Kang, terlebih kemudian Yang Kang mati terbunuh secara
tidak sengaja di tangan istrinya Huang Rong, merasa adalah tanggung-jawabnya untuk merawat
Yang Guo. Guo Jing lalu membawa Yang Guo kembali ke Pulau Bunga Persik untuk tinggal bersamanya.
Dia meminta istrinya Huang Rong untuk mengajari Yang Guo ilmu silat. Kebencian Huang Rong
terhadap Yang Kang dan ketakutannya suatu hari Yang Guo akan menuntut balas kematian ayahnya
membuatnya enggan mengajari Yang Guo ilmu silat, sebagai gantinya ia hanya mengajari Yang Guo
ilmu sastra saja. Namun, secara diam-diam Yang Guo belajar ilmu kodok ‘Ha Ma’ dari ayah angkatnya,
Ouyang Feng. Ini terjadi saat Yang Guo satu waktu keracunan amat parah dan bertemu dengan Ouyang
Feng yang mengajarinya cara mengeluarkan racun tersebut dan pada waktu yang sama menurunkan ilmu
silat tersebut.
Kehidupan Yang Guo tidaklah mudah di pulau tersebut. Dia selalu dihina dan dipermainkan oleh
putri Guo Jing, Guo Fu. Saat berkelahi satu waktu, Yang Guo secara tidak sengaja menggunakan
ilmu kodok ‘Ha Ma’-nya dan melukai salah seorang murid Guo Jing. Kembali, Guo Jing yang budiman
tersebut merasa adalah kesalahannya tidak dapat mendidik Yang Guo dengan baik dan sama sekali
tidak menyalahkan Yang Guo. Dia tidak memiliki pilihan lain selain membawa Yang Guo ke gunung
Zhong Nan, untuk belajar di sekte religius Quanzhen, berharap dia dapat mengubah pola pikir
Yang Guo dan membentuk karakternya agar ia bisa menjadi seorang yang memiliki integritas moral
yang baik di kemudian hari.
Namun Yang Guo diperlakukan dengan sangat buruk oleh gurunya Zhao Zhi Jing. Setelah kembali
dengan tanpa sengaja melukai salah seorang murid Quanzhen dengan ilmu ‘Ha Ma’-nya, Yang Guo
dipaksa untuk melarikan diri untuk menyelamatkan nyawanya. Saat melarikan diri dari Zhao Zhi Jing,
Yang Guo tanpa sengaja memasuki Makam Kuno di mana dia kemudian diterima sebagai murid oleh
Xiao Longnui.
Makam Kuno
Xiao Longnui mengajari Yang Guo ilmu silat khusus partai Makam Kuno. Satu waktu mereka berlatih
bersama ilmu ‘Yunu Xinjing’ yang mengharuskan mereka untuk bertelanjang dada. Secara tidak
sengaja Zhao Zhi Jing dan Yin Zhi Ping dari Quanzhen memasuki tempat mereka berlatih dan
mengganggu latihan mereka, sehingga Xiao Longnui terluka parah.
Pada saat yang bersamaan, kakak seperguruan Xiao Longnui yang jahat dan kejam Li Mochou
menyelinap masuk ke makam untuk membunuh Xiao Longnui dan mencuri buku ilmu rahasia Makam Kuno.
Xiao Longnui dan Yang Guo bertarung melawan Li Mochou di Makam Kuno. Karena luka yang diderita
Xiao Longnui mereka tidak dapat melawan Li Mochou dan terpukul jalan utama darahnya. Saat
berbaring, Xiao Longnui secara tidak sengaja melihat di langit-langit ruang batu, rahasia ilmu
‘Jiu Yin Zhen Jing’, sehingga mampu menyembuhkan jalan darahnya yang tertutup secara diam-diam.
Dia kemudian dapat mengatasi Li Mochou dan bersama Yang Guo lari keluar dari makam.
Petualangan di Gunung Hua
Setelah sembuh dari lukanya, Xiao Longnui mulai berlatih ilmu ‘Jiu Yin Zhen Jing’ bersama
dengan Yang Guo. Hari lepas hari berlalu, kedua anak muda tersebut tinggal bersama dan
perasaan kasih mulai tumbuh di antara mereka. Namun siapa yang dapat menyangka akibat
munculnya ayah angkat Yang Guo, Ouyang Feng yang telah menjadi gila itu, Xiao Longnui
diperkosa oleh Yin Zhi Ping. Dia pada waktu itu ditutup matanya dan keliru menyangka adalah
Yang Guo yang melakukannya. Yang Guo yang sama sekali tidak mengerti apa yang telah terjadi,
menjadi bingung ketika ditanya oleh Xiao Longnui apakah dia mau menjadikan Xiao Longnui istrinya.
Saat Xiao Longnui tidak dapat mendapatkan jawaban yang diharapkannya dari Yang Guo, dia lari
dengan hati yang sungguh hancur.
Kehilangan Xiao Longnui, Yang Guo mencarinya kemana-mana dan tanpa sadar mencapai Gunung Hua.
Di sana dia berjumpa dengan Hong Qigong dan melihat dengan matanya sendiri bagaimana dia dan
Ouyang Feng bertarung sampai titik nafas mereka yang terakhir.
Rapat Akbar Para Pendekar
Satu tahun lebih telah berlalu sejak Yang Guo mulai mencari Xiao Longnui. Satu hari ia mendengar
kabar bahwa Guo Jing dan Huang Rong akan mengadakan sebuah pertemuan di desa Lujia untuk mencari
pemimpin dalam perlawanan menghadapi Mongolia. Yang Guo memutuskan menghadiri pertemuan itu dan
di sana ia berjumpa dengan Hao Datong, Zhao Zhi Jing, dan pendeta-pendeta Tao Quanzhen lainnya.
Di depan mereka semua, ia menceritakan kepada Guo Jing dan Huang Rong apa yang telah terjadi
selama dia tinggal di sekte Quanzhen tersebut.
Pertemuannya dengan Guo Fu mengingatkan Yang Guo akan peristiwa-peristiwa di masa kanak-kanaknya.
Dan dari pembicaraannya dengan Guo Jing dan Huang Rong, dia baru mengetahui bahwa ayahnya
memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Guo Jing. Dia pun sungguh terharu akan perhatian yang
sekarang diberikan Huang Rong kepadanya, di mana nasehat-nasehat yang diberikannya telah
menghilangkan kesalahpahaman di antara mereka selama ini.
Pertemuan para pendekar di desa Lujia berubah menjadi tegang dipicu oleh kedatangan Huo Do,
gurunya Jin Lun Fa Wang, dan kakak seperguruannya Da Er Ba. Untuk memperebutkan posisi ketua
dunia persilatan, kedua belah pihak setuju untuk bertarung sebanyak tiga babak, pihak yang
dapat memenangkan dua babak mendapatkan posisi ketua tersebut. Hasil dari kompetisi tersebut
adalah Zhu Zhiliu dilukai oleh senjata rahasia Huo Do di babak yang pertama dan dayung besi
Diancang Yuyin dipatahkan menjadi dua oleh Da Er Ba di babak yang kedua. Pada saat yang kritis
itu, Yang Guo muncul ke depan, dia pertama mengalahkan Huo Do dengan menggunakan jurus
‘Yu Nu Xinjing’ dan strategi ‘semuanya adil dalam perang’ dan menundukkan Da Er Ba dengan
menggunakan tenaga ‘Yihun Dafa’ dari ‘Jiu Yin Zhen Jing’.
Pada saat itu Xiao Longnui muncul. Dia mendengar akan adanya pertemuan tersebut dan berharap
dapat menjumpai Yang Guo di sana.
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |

|
|
 |
|
 |