Halo dan selamat datang di serialsilat.com
Home Resensi Ruang Baca Galeri Forum Serbaneka Kontak

       
 
RINGKASAN CERITA
   
Bagian 1 |  Bagian 2 |  Bagian 3 |  Bagian 4

Ilmu Pedang Yu Nu Suxin
Yang Guo membantu Xiao Longnui menghancurkan impian Jin Lun Fa Wang menjadi ketua dunia persilatan. Keberhasilan Yang Guo ini membuat Guo Jing begitu gembira dan bahkan begitu berhasrat untuk menjodohkan putrinya Guo Fu dengan Yang Guo. Namun hati Yang Guo hanyalah untuk gurunya Xiao Longnui, ia berkata kepada Guo Jing dan semua yang hadir bahwa ia tidak dapat menikahi siapa pun kecuali gurunya tersebut. Kata-kata tersebut mengagetkan semua orang yang hadir di sana. Di masa itu, adalah sesuatu yang tidak patut bagi seorang guru dan muridnya untuk saling jatuh cinta. Pada saat yang sama Guo Fu merasa sangat dipermalukan ketika Yang Guo menolak permintaan ayahnya untuk menikahinya tersebut, ia pun menjadi semakin benci kepada Yang Guo.

Yang Guo dan Xiao Longnui, dicerca oleh semua orang, memutuskan untuk kembali ke Makam Kuno. Dalam perjalanan, mereka bertemu secara tidak sengaja dengan Huang Rong dan putrinya yang ditangkap oleh Jin Lun Fa Wang. Untuk menyelamatkan mereka Yang Guo dan Xiao Longnui menantang Jin Lun Fa Wang dan sekali lagi mereka berdua dengan menggunakan jurus pedang ‘Yu Nu Suxin’ mampu mengalahkan Jin Lun Fa Wang. Namun, malam itu, Xiao Longnui yang polos itu terluka oleh kata-kata Huang Rong yang mengatakan bahwa dia dan Yang Guo tidak mungkin selamanya tinggal di Makam Kuno. Menurut Huang Rong, Yang Guo yang tidak pernah menghabiskan waktunya di Makam Kuno pasti merasa kebosanan satu waktu. Xiao Longnui mempercayai semua itu benar setelah berbincang-bincang dengan Yang Guo malam itu sebelum tidur. Dia menangis sedih dan diam-diam pergi meninggalkan Yang Guo saat ia tidur.


Yang Guo sedang mencari Xiao Longnui dengan menunggang kuda saat dia melihat Huang Rong dan putrinya dikepung oleh Jin Lun Fa Wang. Tanpa mempedulikan keselamatannya sendiri, dia menerjang masuk untuk menolong mereka dan terluka parah sebagai akibatnya. Untungnya, dia diselamatkan oleh Cheng Ying, yang muncul tepat pada waktunya dan kemudian juga membawa Yang Guo untuk berjumpa dengan saudara sepupunya Lu Wu Xiang. Lu Wu Xiang adalah putri dari mantan kekasih Li Mochou, sewaktu mereka masih kanak-kanak Yang Guo pernah mencoba menolong mereka dari tangan Li Mochou.

Saat itu Li Mochou sedang mengejar Lu Wu Xiang yang kabur membawa lari buku ‘Resep Racun’-nya.

Lembah Tanpa Cinta
Huang Yao Shi menyelamatkan Yang Guo, Chen Ying, dan Lu Wu Xiang dari tangan Li Mo Chou. Meskipun berbeda jauh di dalam umur, dengan cepat Yang Guo dan Huang Yao Shi dapat menjadi sahabat baik, Huang Yao Shi pun mengajari Yang Guo dua jurus terbaiknya.

Belakangan setelah itu, Yang Guo mengetahui bahwa pembunuh ayahnya adalah Huang Rong. Dalam kesedihan yang mendalam dia bersumpah untuk membalas dendam ayahnya tersebut. Namun menyadari dirinya bukanlah tandingan Guo Jing dan Huang Rong, dia menjalin persekutuan dengan Jin Lun Fa Wang karena mereka sekarang sama-sama memiliki musuh yang sama.

Yang Guo dan Jin Lun Fa Wang tiba di Lembah Tanpa Cinta saat mereka mengejar Zho Botong yang ditangkap oleh sekelompok orang tak dikenal. Yang Guo sangat kaget dan senang melihat Xiao Longnui berada di sana, namun menjadi sedih ketika mengetahui Xiao Longnui berpura-pura tidak mengenalnya. Xiao Longnui menyebut dirinya dengan nama ‘Liu’ and tak lama lagi akan menikah dengan tuan dari Lembah Tanpa Cinta tersebut, Gongsun Ji. Setelah sekian lama dan melalui pembicaraan yang panjang baru Xiao Longnui akhirnya mau mengakui Yang Guo kembali.

 
 
 
   
Racun Bunga Cinta
Gongsun Ji bersikeras untuk menikahi Xiao Longnui dan tidak mengizinkannya pergi. Yang Guo dan Xiao Longnui harus bertarung agar dapat keluar dari Lembah Tanpa Cinta itu. Malangnya mereka kalah dalam pertarungan dan keduanya terkena Racun Bunga Cinta (Qing Hua). Hanya tertinggal satu saja lagi obat penawarnya. Xiao Longnui setuju untuk menikahi Gongsun Ji agar dapat menyelamatkan hidup Yang Guo.

Gongsung LuEr, putri dari Gongsun Ji tertangkap oleh ayahnya saat mencoba mencuri obat penawar bagi Yang Guo. Keduanya, Yang Guo dan Gongsun LuEr, dilempar masuk ke dalam lubang yang dalam oleh Gongsun Ji. Gong Sun LuEr sungguh kaget menemukan ibunya, Qiu Qianchi masih hidup dan berada di dalam lubang tersebut selama ini. Keempat tungkai lengan dan kakinya diputus oleh Gongsun Ji dan selama 18 tahun harus hidup menderita di dalam lubang yang gelap itu.

Yang Guo, Gongsun LuEr, dan Qiu Qianchi berhasil keluar dari lubang tersebut dan tiba di waktu yang tepat untuk mencegah pernikahan Gongsun Ji dan Xiao Longnui. Gongsun Ji dapat dikalahkan oleh Yang Guo dan Xiao Longnui dengan bantuan Qiu Qianchi. Qiu Qianchi mengeluarkan satu obat penawar lagi yang tersisa, yang dia sembunyikan selama ini, namun dia ingin Yang Guo membalaskan dendam kematian kakaknya dengan membunuh Guo Jing dan Huang Rong terlebih dahulu sebelum ia memberikan obat penawar tersebut.

Kota Xiang Yang
Yang Guo dan Xiao Longnui berangkat ke kota Xiang Yang di mana Guo Jing sedang berjuang mati-matian mempertahankan kota tersebut dari serbuan Mongolia. Guo Jing, yang tidak menyadari motivasi kedatangan Yang Guo untuk membunuhnya, sangat gembira bisa berjumpa dengan Yang Guo kembali. Yang Guo ingin sekali membalas kematian ayahnya namun pada saat yang sama merasa sungguh terharu melihat sikap patriotisme dan kemanusiaan Guo Jing, yang rela berkorban untuk banyak orang. Yang Guo tidak dapat mengambil keputusan untuk membunuh Guo Jing atau tidak.

Saat Mongolia menyerang, Yang Guo dengan mengabaikan dendamnya menyelamatkan Guo Jing. Wu Dunru dan Wu Xiuwen, murid dari Guo Jing yang sama-sama menyukai Guo Fu, khawatir gurunya akan menikahkan putrinya Guo Fu dengan Yang Guo. Dengan harapan memenangkan hati gurunya Guo Jing, mereka nekad berangkat pergi mencoba membunuh pengeran Mongolia, Hu Bilie.

Usaha pembunuhan itu gagal total. Guo Jing dan Yang Guo berangkat ke perkemahan Mongolia untuk menyelamatkan kedua kakak-beradik tersebut dan mendapati diri mereka dikepung oleh para prajurit musuh.

« Bagian 1 |  Bagian 3 »


« Pengantar Profil Tokoh »
 

Peta Situs Buku Tamu Hubungi Saya
Serial Silat © 2003. All rights reserved. Serial Silat is a registered trademark of TungNing.com.
All copyrights to pictures and story translations belong to their respective owners and translators. Reproduction or reprinting in its whole entirety or parts, on any medium, including the Internet, without permission is prohibited.
HALAMAN MUKA |  RESENSI |  RUANG BACA |  GALERI |  SERBANEKA |  FORUM |  CHAT |  HUBUNGI SAYA