Halo dan selamat datang di serialsilat.com
Home Resensi Ruang Baca Galeri Forum Serbaneka Kontak

PROFIL TOKOH
Tokoh Utama |  Tokoh Baik |  Tokoh Jahat |  Tokoh Lainnya

Qiu Chuji
Qiu Chuji adalah murid ke-5 dari jagoan silat utama Wang Zhongyang. Ia adalah seorang yang sangat arogan dan sangat percaya akan kemampuannya sendiri. Ia keluar dan membunuh seorang pejabat pemerintah yang korup, sehingga ia dikejar oleh prajurit-prajurit Wanyan Honglie. Dalam pelariannya, ia berjumpa dengan Yang Tiexin dan Guo Xiaotian dan menjalin persahabatan dengan mereka. Qiu Chuji bahkan kemudian menamai kedua anak yang belum lahir dari Guo Xiaotian dan Yang Tiexin.

Tak lama setelah kepergiannya, Qiu Chuji bertemu dengan Wanyan Honglie dan prajurit-prajuritnya, dan mencederai Wanyan Honglie sehingga ia bersembunyi di kandang milik Yang Tiexin. Qiu Chuji-lah dapat dikatakan yang telah menyebabkan kejadian-kejadian yang telah menyebabkan dibesarkannya Guo Jing di Mongolia dan Yang Kang di istana Chin.







Zhe Bie
Zhe Bie adalah prajurit Mongolia yang sangat hebat dalam menggunakan panah. Ia pada awalnya memusuhi Genghis Khan dan berusaha untuk membunuhnya. Ia akan tetapi kemudian berubah pikiran setelah Genghis Khan mengampuni jiwanya dan menawarinya sebuah posisi di kelompoknya. Zhe Bie menerima tawaran Genghis Khan tersebut dan mengambil Guo Jing sebagai muridnya, karena Guo Jing telah mencoba menolongnya saat ia sedang dikejar oleh Genghis Khan.

Hua Zheng
Hua Zheng adalah seorang putri Mongolia dan merupakan satu-satunya anak perempuan dari Genghis Khan. Ia tumbuh bersama Guo Jing dan jatuh cinta kepadanya sejak ia masih kecil. Hua Zheng kemudian ditunangkan dengan Guo Jing oleh Genghis Khan, setelah Guo Jing berhasil menyelamatkannya dari serangan raja-raja daerah Mongolia lainnya.

Hua Zheng inilah yang telah beberapa kali menjadi penyebab keretakan antara Guo Jing dan Huang Rong, karena berkali-kali Guo Jing memilih Hua Zheng, baik itu untuk alasan memegang janji atau pun untuk alasan menyelamatkan rakyat musuh.

Hua Zheng terobsesi kepada Guo Jing dan mencoba segala cara untuk bisa mendapatkan cinta Guo Jing, termasuk memanfaatkan kakaknya Tuo Lei, ibu Guo Jing, dan ayahnya Genghis Khan untuk mendorong Guo Jing menikah dengannya. Satu waktu, ia membongkar rencana Guo Jing yang akan lari dari Mongolia kepada ayahnya, yang sayangnya hal ini telah mengakibatkan kematian ibu Guo Jing. Hua Zheng tidak berani menemui Guo Jing lagi sebagai akibatnya, karena merasa malu dan bersalah.

Namun, Hua Zheng-lah yang telah menulis surat kepada Guo Jing satu waktu untuk membongkar rencana ayah dan kakaknya yang akan menyerang Kerajaan Song dalam waktu singkat.

Tuo Lei
Tuo Lei adalah putra bungsu dan yang paling disayangi Genghis Khan. Saat Genghis Khan memutuskan untuk membawa Guo Jing dan ibunya ke camp tempat tinggal mereka, Tuo Lei langsung bersahabat dengan Guo Jing dan mengangkat sumpah persaudaraan dengannya. Tuo Lei menganggap Guo Jing seperti saudaranya sendiri dan selalu mengingini Guo Jing untuk menikahi adik perempuannya Hua Zheng. Saat Tuo Lei tahu bahwa Guo Jing telah jatuh cinta kepada Huang Rong ia menjadi sangat kecewa.

Pada akhirnya mereka harus diperhadapkan kepada kenyataan mereka harus berhadapan satu sama lain sebagai musuh saat Genghis Khan memutuskan untuk menyerang China.


Zhou Botong
Zhou Botong adalah saudara muda seperguruan dari tokoh silat nomor satu, Wang Zhongyang. Ia diberi kepercayaan untuk menjaga Kitab Sembilan Bulan agar jangan jatuh ke tangan orang yang salah, akan tetapi ia tertipu oleh Huang Yaoshi. Selama 18 tahun ia tinggal di Pulau Bunga Persik untuk merebut kembali Kitab Sembilan Bulan tersebut dari tangan Huang Yaoshi.

Zhou Botong adalah seorang laki-laki tua yang sangat aneh. Ia secara fisik telah berumur kurang lebih 50 tahun, namun secara mental ia seperti seorang anak berumur 3 tahun. Ia sangat suka bermain dan selalu mendapat masalah karenanya. Ia menghamili Ying Gu saat menemani Wang Zhongyang mengunjungi Duan Zhixing. Sejak itu, ia terus mencoba menghindari Duan Zhixing dan Ying Gu.

Dalam hal ilmu silat, Zhou Botong sepatutnya berada di dalam 5 besar di belakang ke-4 tokoh dari Turnamen Gunung Hua San lainnya yang tersisa. Ilmu silat terhebatnya adalah Pukulan Kosong (Kong Ming Quan) yang bisa bercabang ke jurus Tangan Kanan dan Kiri, hasil ciptaannya sendiri. Di akhir buku ke-2, Kembalinya Sang Pendekar Rajawali, ia diangkat sebagai salah satu dari 5 Jagoan Besar menggantikan Wang Zhongyang, dengan julukan Bocah Nakal Pusat Zhou Botong.

Ying Gu
Ying Gu adalah mantan selir kesayangan Si Raja Selatan Duan Zhixing. Ia menjalin cinta terlarang dengan Si Bocah Tua Nakal Zhou Botong dan melahirkan seorang bayi baginya. Bayi tersebut satu hari dilukai oleh Qiu Qianren, dengan maksud agar Duan Zhixing kehilangan tenaganya setelah mengobati bayi tersebut.

Ying Gu memohon kepada Duan Zhixing untuk menyelamatkan bayinya namun Duan Zhixing menolaknya, setelah melihat bayi tersebut diselimuti dengan selempang merah yang diberikan Ying Gu kepada Zhou Botong. Ying Gu kemudian membunuh bayinya sendiri agar ia tidak menderita lebih lama lagi dan bersumpah untuk membalaskan kematiannya kepada Duan Zhixing satu hari nanti.

Ada tiga hal yang menjadi ’tujuan hidup’ Ying Ku. Yang pertama adalah menyelamatkan Zhou Botong dari Pulau Bunga Persik (ia belajar ilmu hitung demi hal itu, sampai ia dijuluki si ahli hitung). Yang kedua adalah membunuh Duan Zhixing, dan ketiga mencari pembunuh anaknya.


Ke Zhen'e
Ke Zhen’e adalah pemimpin dari 7 Manusia Aneh dari Selatan. Ia seorang yang sangat sinis karena matanya dibuat buta oleh Mei Chaofeng dan Chen Xuanfeng saat bertarung dengan mereka. Ke Zhen’e telah membalaskan dendamnya sebenarnya, karena ia berhasil membutakan mata Mei Chaofeng juga.

Belakangan timbul kebencian dalam diri Ke Zhen’e kepada Huang Yaoshi setelah Mei Chaofeng membunuh anggota ke-5 dari 7 Manusia Aneh dari Selatan. Sebagai akibatnya selalu ada potensi kesalahpahaman antara Ke Zhen’e dengan Huang Yaoshi. Kebencian ini mengakibatkan Ke Zhen’e tidak merestui hubungan antara Guo Jing dengan Huang Rong.

Sha Gu
Sha Gu adalah putri dari Qu Lingfeng, salah seorang dari murid Huang Yaoshi yang dipatahkan kakinya dan diusir dari Pulau Bunga Persik saat Mei Chaofeng dan Chen Xuanfeng mencuri Kitab Sembilan Bulan. Qu Lingfeng kemudian mati di istana setelah dibokong dari belakang oleh seorang pejabat yang korup.

Putrinya Sha Gu sebagai akibatnya telah ditinggal tanpa perawatan sendirian. Ia tumbuh tanpa menerima pendidikan dan trauma yang diterimanya saat melihat ayahnya mati saat ia masih kecil telah membuatnya kehilangan ingatan, sehingga ia diberi panggilan “idiot”. Saat Guo Jing dan Huang Rong menjumpainya, Sha Gu mengerti beberapa jurus silat yang ia pahami saat melihat ayahnya berlatih dulu.

Saat Huang Yaoshi menemukan siapakah dia, ia sangat menyesal telah mengusir Qu Linfeng dari Pulau Bunga Persik dan memutuskan untuk membawa Sha Gu kembali ke Pulau Bunga Persik untuk merawat dan menjadikannya murid.


« Tokoh Utama |  Tokoh Jahat »


« Ringkasan Cerita Kisah Cinta »

Peta Situs Buku Tamu Hubungi Saya
Serial Silat © 2003. All rights reserved. Serial Silat is a registered trademark of TungNing.com.
All copyrights to pictures and story translations belong to their respective owners and translators. Reproduction or reprinting in its whole entirety or parts, on any medium, including the Internet, without permission is prohibited.
HALAMAN MUKA |  RESENSI |  RUANG BACA |  GALERI |  SERBANEKA |  FORUM |  CHAT |  HUBUNGI SAYA