|
|
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
 |
PROFIL TOKOH |
|
 |
|
|
|
Qiu Chuji
Qiu Chuji adalah murid ke-5 dari jagoan silat utama Wang Zhongyang. Ia adalah seorang yang sangat arogan
dan sangat percaya akan kemampuannya sendiri. Ia keluar dan membunuh seorang pejabat pemerintah yang korup,
sehingga ia dikejar oleh prajurit-prajurit Wanyan Honglie. Dalam pelariannya, ia berjumpa dengan Yang Tiexin
dan Guo Xiaotian dan menjalin persahabatan dengan mereka. Qiu Chuji bahkan kemudian menamai kedua anak
yang belum lahir dari Guo Xiaotian dan Yang Tiexin.
Tak lama setelah kepergiannya, Qiu Chuji bertemu dengan Wanyan Honglie dan prajurit-prajuritnya, dan
mencederai Wanyan Honglie sehingga ia bersembunyi di kandang milik Yang Tiexin. Qiu Chuji-lah dapat dikatakan
yang telah menyebabkan kejadian-kejadian yang telah menyebabkan dibesarkannya Guo Jing di Mongolia dan Yang Kang
di istana Chin.
| |
|

 |
Zhe Bie
Zhe Bie adalah prajurit Mongolia yang sangat hebat dalam menggunakan panah. Ia pada awalnya memusuhi
Genghis Khan dan berusaha untuk membunuhnya. Ia akan tetapi kemudian berubah pikiran setelah Genghis
Khan mengampuni jiwanya dan menawarinya sebuah posisi di kelompoknya. Zhe Bie menerima tawaran Genghis
Khan tersebut dan mengambil Guo Jing sebagai muridnya, karena Guo Jing telah mencoba menolongnya saat
ia sedang dikejar oleh Genghis Khan.
Hua Zheng
Hua Zheng adalah seorang putri Mongolia dan merupakan satu-satunya anak perempuan dari Genghis Khan. Ia
tumbuh bersama Guo Jing dan jatuh cinta kepadanya sejak ia masih kecil. Hua Zheng kemudian ditunangkan dengan
Guo Jing oleh Genghis Khan, setelah Guo Jing berhasil menyelamatkannya dari serangan raja-raja daerah Mongolia
lainnya.
Hua Zheng inilah yang telah beberapa kali menjadi penyebab keretakan antara Guo Jing dan Huang Rong, karena
berkali-kali Guo Jing memilih Hua Zheng, baik itu untuk alasan memegang janji atau pun untuk alasan menyelamatkan
rakyat musuh.
Hua Zheng terobsesi kepada Guo Jing dan mencoba segala cara untuk bisa mendapatkan cinta Guo Jing, termasuk
memanfaatkan kakaknya Tuo Lei, ibu Guo Jing, dan ayahnya Genghis Khan untuk mendorong Guo Jing menikah dengannya.
Satu waktu, ia membongkar rencana Guo Jing yang akan lari dari Mongolia kepada ayahnya, yang sayangnya hal ini
telah mengakibatkan kematian ibu Guo Jing. Hua Zheng tidak berani menemui Guo Jing lagi sebagai akibatnya, karena
merasa malu dan bersalah.
Namun, Hua Zheng-lah yang telah menulis surat kepada Guo Jing satu waktu untuk membongkar rencana ayah dan
kakaknya yang akan menyerang Kerajaan Song dalam waktu singkat.
Tuo Lei
Tuo Lei adalah putra bungsu dan yang paling disayangi Genghis Khan. Saat Genghis Khan memutuskan untuk
membawa Guo Jing dan ibunya ke camp tempat tinggal mereka, Tuo Lei langsung bersahabat dengan Guo Jing
dan mengangkat sumpah persaudaraan dengannya. Tuo Lei menganggap Guo Jing seperti saudaranya sendiri dan
selalu mengingini Guo Jing untuk menikahi adik perempuannya Hua Zheng. Saat Tuo Lei tahu bahwa Guo Jing
telah jatuh cinta kepada Huang Rong ia menjadi sangat kecewa.
Pada akhirnya mereka harus diperhadapkan
kepada kenyataan mereka harus berhadapan satu sama lain sebagai musuh saat Genghis Khan memutuskan untuk
menyerang China.
|
| |
|
|
|

Zhou Botong
Zhou Botong adalah saudara muda seperguruan dari tokoh silat nomor satu, Wang Zhongyang. Ia diberi kepercayaan
untuk menjaga Kitab Sembilan Bulan agar jangan jatuh ke tangan orang yang salah, akan tetapi ia tertipu oleh
Huang Yaoshi. Selama 18 tahun ia tinggal di Pulau Bunga Persik untuk merebut kembali Kitab Sembilan Bulan
tersebut dari tangan Huang Yaoshi.
Zhou Botong adalah seorang laki-laki tua yang sangat aneh. Ia secara fisik telah berumur kurang lebih 50 tahun,
namun secara mental ia seperti seorang anak berumur 3 tahun. Ia sangat suka bermain dan selalu mendapat masalah
karenanya. Ia menghamili Ying Gu saat menemani Wang Zhongyang mengunjungi Duan Zhixing. Sejak itu, ia
terus mencoba menghindari Duan Zhixing dan Ying Gu.
Dalam hal ilmu silat, Zhou Botong sepatutnya berada di dalam 5 besar di belakang ke-4 tokoh dari Turnamen Gunung
Hua San lainnya yang tersisa. Ilmu silat terhebatnya adalah Pukulan Kosong (Kong Ming Quan) yang bisa
bercabang ke jurus Tangan Kanan dan Kiri, hasil ciptaannya sendiri. Di akhir buku ke-2, Kembalinya Sang Pendekar
Rajawali, ia diangkat sebagai salah satu dari 5 Jagoan Besar menggantikan Wang Zhongyang, dengan julukan
Bocah Nakal Pusat Zhou Botong.
Ying Gu
Ying Gu adalah mantan selir kesayangan Si Raja Selatan Duan Zhixing. Ia menjalin cinta terlarang dengan
Si Bocah Tua Nakal Zhou Botong dan melahirkan seorang bayi baginya. Bayi tersebut satu hari dilukai oleh
Qiu Qianren, dengan maksud agar Duan Zhixing kehilangan tenaganya setelah mengobati bayi tersebut.
Ying Gu memohon kepada Duan Zhixing untuk menyelamatkan bayinya namun Duan Zhixing menolaknya, setelah melihat
bayi tersebut diselimuti dengan selempang merah yang diberikan Ying Gu kepada Zhou Botong. Ying Gu kemudian membunuh
bayinya sendiri agar ia tidak menderita lebih lama lagi dan bersumpah untuk membalaskan kematiannya kepada Duan
Zhixing satu hari nanti.
Ada tiga hal yang menjadi ’tujuan hidup’ Ying Ku. Yang pertama adalah menyelamatkan Zhou Botong dari Pulau Bunga
Persik (ia belajar ilmu hitung demi hal itu, sampai ia dijuluki si ahli hitung). Yang kedua adalah membunuh Duan
Zhixing, dan ketiga mencari pembunuh anaknya.
| |
|
|
|

Ke Zhen'e
Ke Zhen’e adalah pemimpin dari 7 Manusia Aneh dari Selatan. Ia seorang yang sangat sinis karena matanya dibuat buta
oleh Mei Chaofeng dan Chen Xuanfeng saat bertarung dengan mereka. Ke Zhen’e telah membalaskan dendamnya sebenarnya,
karena ia berhasil membutakan mata Mei Chaofeng juga.
Belakangan timbul kebencian dalam diri Ke Zhen’e kepada Huang Yaoshi setelah Mei Chaofeng membunuh anggota ke-5
dari 7 Manusia Aneh dari Selatan. Sebagai akibatnya selalu ada potensi kesalahpahaman antara Ke Zhen’e dengan Huang
Yaoshi. Kebencian ini mengakibatkan Ke Zhen’e tidak merestui hubungan antara Guo Jing dengan Huang Rong.
Sha Gu
Sha Gu adalah putri dari Qu Lingfeng, salah seorang dari murid Huang Yaoshi yang dipatahkan kakinya dan diusir dari
Pulau Bunga Persik saat Mei Chaofeng dan Chen Xuanfeng mencuri Kitab Sembilan Bulan. Qu Lingfeng kemudian mati di
istana setelah dibokong dari belakang oleh seorang pejabat yang korup.
Putrinya Sha Gu sebagai akibatnya telah ditinggal tanpa perawatan sendirian. Ia tumbuh tanpa menerima pendidikan dan
trauma yang diterimanya saat melihat ayahnya mati saat ia masih kecil telah membuatnya kehilangan ingatan, sehingga ia
diberi panggilan “idiot”. Saat Guo Jing dan Huang Rong menjumpainya, Sha Gu mengerti beberapa jurus silat yang ia
pahami saat melihat ayahnya berlatih dulu.
Saat Huang Yaoshi menemukan siapakah dia, ia sangat menyesal telah mengusir Qu Linfeng dari Pulau Bunga Persik dan
memutuskan untuk membawa Sha Gu kembali ke Pulau Bunga Persik untuk merawat dan menjadikannya murid.
|
|
|
|
|
|
|
 |
 |
 |
 |
 |

|
|
 |
|
 |