Halo dan selamat datang di serialsilat.com
Home Resensi Ruang Baca Galeri Forum Serbaneka Kontak

PROFIL TOKOH




Tokoh Utama |  Tokoh Baik |  Tokoh Jahat |  Tokoh Lainnya

Yang Kang
Yang Kang adalah putra dari Yang Tiexin dan Bao Xiruo. Ia tumbuh di kerajaan Chin dan selalu berpikir bahwa pangeran ke-6 kerajaan Chin, Wanyan Honglie, adalah ayahnya. Akhirnya ia mengetahui bahwa Wangyan Honglie-lah yang sebenarnya bertanggungjawab atas hampir musnahnya keluarga Yang dan Guo. Dalam kebingungan dan tidak tahu apa yang harus dilakukan, ia kembali ke tengah rakyat Song dan segera menemukan bahwa ia tidak mau seperti mereka. Sekalipun merupakan keturunan langsung dari sebuah keluarga Song yang heroik, Yang Kang kemudian mengkhianati bangsanya dan bersekutu dengan Kerajaan Chin. Ia mengakui pangeran ke-6 kerajaan Chin sebagai ayahnya, untuk menjamin dirinya akan harta dan kekuasaan.

Diluar perbuatan-perbuatan jahatnya, Yang Kang tidak ”pernah melukai” Mu Nianci (gadis yatim-piatu yang dibesarkan oleh Yang Tiexin), dan selalu mencoba memperlakukannya sebaik mungkin yang ia bisa. Mu Nianci terus memohonnya agar meninggalkan harta, kekayaan, dan pengkhianatannya kepada bangsanya sendiri, namun tidak pernah berhasil.

Yang Kang belajar ilmu silat dari Qiu Chuji, dari Sekte Quanzhen. Belakangan, ia menolong Mei Chaofeng dan merawatnya, sehingga Mei Chaofeng mengajarinya sebagian dari ilmu Cakar Tulang Putih Sembilan Bulan.

Ouyang Ke
Ouyang Ke adalah putra dari Ouyang Feng. Ilmu silatnya belum mencapai tingkat kehebatan ayahnya. Bukannya rajin berlatih meningkatkan ilmu silatnya, Ouyang Ke menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menimbulkan keonaran dan melakukan kejahatan-kejahatan.

Ouyang Ke seorang yang mata keranjang dan sering menculik wanita-wanita ke tempat tinggalnya, memaksa mereka untuk tidur dengannya atau mati bila menolaknya. Satu waktu ia tertarik kepada Huang Rong, dan bahkan sampai masuk ke dalam tahapan melamar kepada Huang Yaoshi untuk dapat menikahinya. Ia bertarung dalam 3 perlombaan yang dibuat oleh Huang Yaosi namun kalah dari Guo Jing. Obsesinya akan wanita cantik akhirnya telah menjadi penyebab kejatuhannya, saat akhirnya ia mati di tangan Yang Kang sewaktu ia mencoba menggoda Mu Nianci.

Mei Chaofeng
Mei Chaofeng adalah murid dari Huang Yaoshi. Sebelum ia menjadi murid Huang Yaoshi, ia adalah seorang anak yatim piatu. Seperti murid-murid Huang Yaoshi lainnya, ia diberi nama dengan akhiran Feng. Di Pulau Bunga Persik, ia belajar ilmu silat. Ia jatuh cinta dengan saudaranya (seperguruan) Chen Xuanfeng. Hubungan ini diketahui oleh murid yang lain Lu Chengfeng. Takut guru mereka Huang Yaoshi marah karena hal itu, mereka berencana melarikan dari dari Pulau Bunga Persik dan mencuri 2 bagian dari Kitab Sembilan Bulan dengan pemikiran dengan mempelajarinya mereka tidak perlu takut kepada guru mereka lagi.

Berdua mereka mempelajari ilmu Cakar Tulang Putih Sembilan Bulan dan membunuh banyak orang yang tak berdosa di dalam proses belajar tersebut. Sebagai akibatnya, mereka dicari dan dikejar banyak orang dari dunia persilatan dan terpaksa harus kabur keluar dari China ke Mongolia. Di Mongolia Lu Chengfeng secara tidak sengaja mati di tangan Guo Jing dan Mei Chaofeng dibuat menjadi buta oleh Ke Zhen’e.

Mei Chaofeng dapat menjadi lebih hebat lagi bila ia tidak buta. Sebagai murid dari Pulau Bunga Persik, ia menguasai sebagian ilmu Pulau Bunga Persik. Ia pun menguasai ilmu Cakar Tulang Putih Sembilan Bulan.

Meskipun telah mengkhianati gurunya Huang Yaoshi, Mei Chaofeng masih menghormatinya dan tetap berharap ia dapat satu waktu diampuni dan diakui kembali sebagai muridnya. Pada akhirnya, ia mendapatkan apa yang diharapkannya itu, dengan mengorbankan dirinya melindungi gurunya Huang Yaoshi dari serangan Ouyang Feng. Sekalipun ia tidak dapat bertahan hidup dari cedera yang diterimanya, Huang Yaoshi mengampuninya dan mengakuinya kembali sebagai muridnya.


Wanyan Honglie
Wanyan Honglie adalah pangeran ke-6 dari kerajaan Chin. Ia dikirim untuk menangkap Qiu Chuji yang telah membunuh seorang pejabat (yang korup dan berkhianat kepada bangsanya sendiri Song). Ia mengalami cedera saat bertempur dengan Qiu Chuji dan kemudian bersembunyi di sebuah kandang di belakang rumah Yang Tiexin. Bao Xiruo tanpa sengaja menemukannya dan karena kelembutan hatinya memutuskan untuk mengobatinya.

Wanyan Honglie jatuh cinta kepada Bao Xiruo dan terobsesi kepadanya. Untuk memenangkan hatinya, ia memerintahkan Jenderal Song Tuan Tian De untuk membunuh Yang Tiexin dan Guo Xiaotian. Wanyan Honglie kemudian berpura-pura menjadi pahlawan dan menyelamatkan Bao Xiruo dari kekacauan itu. Tidak memiliki tempat lain untuk berlindung, Bao Xiruo mengijinkan dirinya untuk tinggal di istana Chin dan mengijinkan Wanyan Honglie untuk merawatnya. Pada akhirnya Bao Xiruo memang menikahi Wanyan Honglie, namun ia tidak pernah setitikpun mencintainya. Sehingga dengan segala usaha yang telah dilakukannya, Wanyan Honglie tidak pernah berhasil memenangkan hati Bao Xiruo.

Tuan Tian De
Tuan Tian De adalah seorang Jenderal Song yang korup, yang mengemban perintah dari Wanyan Honglie untuk membunuh Yang Tiexin dan Guo Xiaotian. Ia mengepung kedua orang tersebut dengan prajurit-prajuritnya dan menyerang mereka. Guo Xiaotian gugur dalam pertempuran itu, sedang Yang Tiexin berhasil bertahan hidup. Tuan Tian De kemudian menangkap Li Ping. Ia dikejar oleh Qiu Chuji, dan kemudian oleh 7 Orang Aneh dari Selatan. Untuk menghindari mereka, Tuan Tian De meninggalkan Li Ping agar mati dekat Mongolia. Sejak saat itu ia telah terus bersembunyi dari Qiu Chuji.


Qiu Qianren
Qiu Qianren merupakan salah satu dari pendekar silat papan atas, yang berada satu tingkat di bawah 5 Jagoan Besar. Ia tidak mengikuti Turnamen Gunung Hua San yang pertama karena ilmunya saat itu belum cukup hebat. Ia telah giat berlatih sejak itu dan siap untuk mengikuti turnamen yang kedua. Ia terkenal dengan kemampuannya untuk berjalan di atas air dan ilmu Tapak Besi-nya.


« Tokoh Baik |  Tokoh Lainnya »


« Ringkasan Cerita Kisah Cinta »

Peta Situs Buku Tamu Hubungi Saya
Serial Silat © 2003. All rights reserved. Serial Silat is a registered trademark of TungNing.com.
All copyrights to pictures and story translations belong to their respective owners and translators. Reproduction or reprinting in its whole entirety or parts, on any medium, including the Internet, without permission is prohibited.
HALAMAN MUKA |  RESENSI |  RUANG BACA |  GALERI |  SERBANEKA |  FORUM |  CHAT |  HUBUNGI SAYA