|
|
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
 |
PROFIL TOKOH |
|
 |
|
 |
|
Yang Kang
Yang Kang adalah putra dari Yang Tiexin dan Bao Xiruo. Ia tumbuh di kerajaan Chin dan selalu berpikir bahwa
pangeran ke-6 kerajaan Chin, Wanyan Honglie, adalah ayahnya. Akhirnya ia mengetahui bahwa Wangyan Honglie-lah
yang sebenarnya bertanggungjawab atas hampir musnahnya keluarga Yang dan Guo. Dalam kebingungan dan tidak tahu
apa yang harus dilakukan, ia kembali ke tengah rakyat Song dan segera menemukan bahwa ia tidak mau seperti
mereka. Sekalipun merupakan keturunan langsung dari sebuah keluarga Song yang heroik, Yang Kang kemudian
mengkhianati bangsanya dan bersekutu dengan Kerajaan Chin. Ia mengakui pangeran ke-6 kerajaan Chin sebagai
ayahnya, untuk menjamin dirinya akan harta dan kekuasaan.
Diluar perbuatan-perbuatan jahatnya, Yang Kang tidak ”pernah melukai” Mu Nianci (gadis yatim-piatu yang
dibesarkan oleh Yang Tiexin), dan selalu mencoba memperlakukannya sebaik mungkin yang ia bisa. Mu Nianci
terus memohonnya agar meninggalkan harta, kekayaan, dan pengkhianatannya kepada bangsanya sendiri, namun
tidak pernah berhasil.
Yang Kang belajar ilmu silat dari Qiu Chuji, dari Sekte Quanzhen. Belakangan, ia menolong Mei Chaofeng dan
merawatnya, sehingga Mei Chaofeng mengajarinya sebagian dari ilmu Cakar Tulang Putih Sembilan Bulan.
Ouyang Ke
Ouyang Ke adalah putra dari Ouyang Feng. Ilmu silatnya belum mencapai tingkat kehebatan ayahnya.
Bukannya rajin berlatih meningkatkan ilmu silatnya, Ouyang Ke menghabiskan sebagian besar waktunya
untuk menimbulkan keonaran dan melakukan kejahatan-kejahatan.
Ouyang Ke seorang yang mata keranjang dan sering menculik wanita-wanita ke tempat tinggalnya, memaksa
mereka untuk tidur dengannya atau mati bila menolaknya. Satu waktu ia tertarik kepada Huang Rong, dan
bahkan sampai masuk ke dalam tahapan melamar kepada Huang Yaoshi untuk dapat menikahinya. Ia bertarung
dalam 3 perlombaan yang dibuat oleh Huang Yaosi namun kalah dari Guo Jing. Obsesinya akan wanita cantik
akhirnya telah menjadi penyebab kejatuhannya, saat akhirnya ia mati di tangan Yang Kang sewaktu ia
mencoba menggoda Mu Nianci.
Mei Chaofeng
Mei Chaofeng adalah murid dari Huang Yaoshi. Sebelum ia menjadi murid Huang Yaoshi, ia adalah seorang anak
yatim piatu. Seperti murid-murid Huang Yaoshi lainnya, ia diberi nama dengan akhiran Feng. Di Pulau Bunga Persik,
ia belajar ilmu silat. Ia jatuh cinta dengan saudaranya (seperguruan) Chen Xuanfeng. Hubungan ini diketahui oleh
murid yang lain Lu Chengfeng. Takut guru mereka Huang Yaoshi marah karena hal itu, mereka berencana melarikan
dari dari Pulau Bunga Persik dan mencuri 2 bagian dari Kitab Sembilan Bulan dengan pemikiran dengan mempelajarinya
mereka tidak perlu takut kepada guru mereka lagi.
Berdua mereka mempelajari ilmu Cakar Tulang Putih Sembilan Bulan dan membunuh banyak orang yang tak berdosa di
dalam proses belajar tersebut. Sebagai akibatnya, mereka dicari dan dikejar banyak orang dari dunia persilatan
dan terpaksa harus kabur keluar dari China ke Mongolia. Di Mongolia Lu Chengfeng secara tidak sengaja mati di
tangan Guo Jing dan Mei Chaofeng dibuat menjadi buta oleh Ke Zhen’e.
Mei Chaofeng dapat menjadi lebih hebat lagi bila ia tidak buta. Sebagai murid dari Pulau Bunga Persik, ia menguasai
sebagian ilmu Pulau Bunga Persik. Ia pun menguasai ilmu Cakar Tulang Putih Sembilan Bulan.
Meskipun telah mengkhianati gurunya Huang Yaoshi, Mei Chaofeng masih menghormatinya dan tetap berharap ia dapat
satu waktu diampuni dan diakui kembali sebagai muridnya. Pada akhirnya, ia mendapatkan apa yang diharapkannya itu,
dengan mengorbankan dirinya melindungi gurunya Huang Yaoshi dari serangan Ouyang Feng. Sekalipun ia tidak dapat
bertahan hidup dari cedera yang diterimanya, Huang Yaoshi mengampuninya dan mengakuinya kembali sebagai muridnya.
| |
|
|
|

Wanyan Honglie
Wanyan Honglie adalah pangeran ke-6 dari kerajaan Chin. Ia dikirim untuk menangkap Qiu Chuji yang telah membunuh
seorang pejabat (yang korup dan berkhianat kepada bangsanya sendiri Song). Ia mengalami cedera saat bertempur
dengan Qiu Chuji dan kemudian bersembunyi di sebuah kandang di belakang rumah Yang Tiexin. Bao Xiruo tanpa sengaja
menemukannya dan karena kelembutan hatinya memutuskan untuk mengobatinya.
Wanyan Honglie jatuh cinta kepada Bao Xiruo dan terobsesi kepadanya. Untuk memenangkan hatinya, ia memerintahkan
Jenderal Song Tuan Tian De untuk membunuh Yang Tiexin dan Guo Xiaotian. Wanyan Honglie kemudian berpura-pura menjadi
pahlawan dan menyelamatkan Bao Xiruo dari kekacauan itu. Tidak memiliki tempat lain untuk berlindung, Bao Xiruo
mengijinkan dirinya untuk tinggal di istana Chin dan mengijinkan Wanyan Honglie untuk merawatnya. Pada akhirnya Bao
Xiruo memang menikahi Wanyan Honglie, namun ia tidak pernah setitikpun mencintainya. Sehingga dengan segala usaha
yang telah dilakukannya, Wanyan Honglie tidak pernah berhasil memenangkan hati Bao Xiruo.
Tuan Tian De
Tuan Tian De adalah seorang Jenderal Song yang korup, yang mengemban perintah dari Wanyan Honglie untuk
membunuh Yang Tiexin dan Guo Xiaotian. Ia mengepung kedua orang tersebut dengan prajurit-prajuritnya dan
menyerang mereka. Guo Xiaotian gugur dalam pertempuran itu, sedang Yang Tiexin berhasil bertahan hidup.
Tuan Tian De kemudian menangkap Li Ping. Ia dikejar oleh Qiu Chuji, dan kemudian oleh 7 Orang Aneh dari
Selatan. Untuk menghindari mereka, Tuan Tian De meninggalkan Li Ping agar mati dekat Mongolia. Sejak saat itu
ia telah terus bersembunyi dari Qiu Chuji.
|
|
|
|
|

Qiu Qianren
Qiu Qianren merupakan salah satu dari pendekar silat papan atas, yang berada satu tingkat di bawah 5
Jagoan Besar. Ia tidak mengikuti Turnamen Gunung Hua San yang pertama karena ilmunya saat itu belum cukup
hebat. Ia telah giat berlatih sejak itu dan siap untuk mengikuti turnamen yang kedua. Ia terkenal dengan
kemampuannya untuk berjalan di atas air dan ilmu Tapak Besi-nya.
|
|
|
|
|
|
|
 |
 |
 |
 |
 |

|
|
 |
|
 |