Halo dan selamat datang di serialsilat.com
Home Resensi Ruang Baca Galeri Forum Serbaneka Kontak

PROFIL TOKOH
Tokoh Utama |  Tokoh Baik |  Tokoh Jahat |  Tokoh Lainnya





LIMA JAGOAN BESAR

Dewa Pusat  Wang Zhongyang
Wang Chongyang adalah guru besar dan pendiri Sekte Quanzhen (Quanzhen Jiao). Ia memenangkan turnamen Gunung Hua San yang pertama dan mendapatkan kitab silat terhebat masa itu Kitab Sembilan Bulan (Jiu Yin Zhen Jing). Ia mengikuti turnamen itu hanya untuk mencegah Kitab Sembilan Bulan jatuh ke tangan orang jahat. Pada mulanya ia berencana untuk membakar kitab tersebut, namun kemudian memutuskan untuk tidak memusnahkannya setelah menyadari kitab tersebut dapat digunakan untuk menyelamatkan banyak jiwa di tangan seorang pendekar silat yang baik. Zhou Botong kemudian dimintanya untuk menjaga kitab tersebut, sesaat sebelum kematiannya. Ia juga melarang murid-muridnya di Sekte Quanzhen untuk mempelajari ilmu silat dalam kitab tersebut.

Wang Chongyang menjadi seorang pendeta Tao setelah bertarung melawan Lin Chaoying, yang menginginkannya untuk menikahinya atau menjadi seorang pendeta Tao. Wang Chongyang memilih untuk menjadi pendeta Tao daripada menikahi Lin Chaoying. Lin Chaoying kemudian membentuk Partai Makam Kuno (Gumu Bai) tepat di sebelah Sekte Quanzhen Wang Chongyang. Peristiwa ini menjadi fokus utama dalam buku yang ke-2, Kembalinya Sang Pendekar Rajawali.

Sebagai seorang tokoh silat, Wang Chongyang terkenal dengan ilmu Totok Satu Jari (Yi Yang Zhi) dan ilmu Barisan Tujuh Bintang Utara-nya. Ia memiliki 7 orang murid, Ma Yu, Tan Chuduan, Liu Chuxuan, Qiu Chuji, Wang Chuyi, Hao Datong, dan Sun Bu'er. Mereka berhasil menguasai ilmu Barisan Tujuh Bintang Utara dari Wang Chongyang. Secara perorangan, mereka tidak dapat disepadankan dengan jagoan-jagoan utama silat lainnya. Saudara muda seperguruannya, Zhou Botong mengambil posisinya dalam 5 Jagoan Besar di kemudian hari, dengan julukan Bocah Nakal Pusat Zhou Botong.

Sesat Timur  Huang Yaoshi
Huang Yaoshi adalah seseorang yang berada di antara garis baik dan jahat. Di matanya tidak ada benar atau salah, baik atau buruk. Ia sering kali melakukan apa yang disukainya dan tidak peduli dengan apa yang dipikirkan orang lain. Ia membenci aturan-aturan yang telah ditentukan oleh masyarakat dunia persilatan dan melanggar banyak di antaranya. Sekalipun ia salah, Huang Yaoshi, tidak akan mengakuinya, lagipula tidak ada baik ataupun buruk di matanya. Oleh karena itu ia diberi julukan ”si Sesat Timur”. Di sisi yang lain, Huang Yaoshi adalah seseorang yang sangat cerdas. Ia tidak menyukai Guo Jing, karena ia betul-betul berkebalikan dengannya. Guo Jing bodoh dan memegang nilai-nilai masyarakat dunia persilatan dengan begitu kuat.

Sebagai seorang pendekar silat yang hebat, Huang Yaoshi, terkenal dengan ilmu sentilan jarinya, ilmu pedang Pi Kong Zhang, dan ilmu serulingnya. Ia dianugerahi sebagai salah satu dari 5 Jagoan Besar dalam turnamen di Gunung Hua San yang pertama. Untuk bisa menjadi jagoan silat yang terhebat, Huang Yaoshi memperdaya Zhou Botong dengan membuatnya berpikir kitab ilmu silat terhebat Kitab Sembilan Bulan yang berada ditangannya palsu. Istri Huang Yaoshi kemudian membuat salinan kitab itu melalui daya ingatnya yang luar biasa. Sebelum Huang Yaoshi dapat mempelajari kitab itu, kedua muridnya Chen Xuanfen dan Mei Chaofeng mencurinya dan lari dari Pulau Bunga Persik. Bersikeras untuk menjadi jagoan silat no. 1, Huang Yaoshi meminta istrinya untuk menyalinkan kembali kitab tersebut. Setelah kitab tersebut selesai ditulis ulang, istri Huang Yaoshi jatuh sakit dan meninggal sesaat setelah melahirkan putri tunggalnya Huang Rong.

Huang Yaoshi sangat menyesali semua itu dan bersumpah untuk tidak pernah mempelajari ilmu dalam Kitab Sembilan Bulan itu. Ia mempelajari ilmu obat-obatan dalam upaya mencari cara membangkitkan kembali istrinya dari kematiannya. Ditinggal mati istrinya, Huang Yaoshi membesarkan Huang Rong sendirian.

Huang Yaoshi pada mulanya memiliki 5 orang murid, Lu Chengfeng, Qu Lingfeng, Feng Mofeng, Chen Xuanfeng, dan Mei Chaofeng. Mereka semua diusir keluar dari Pulau Bunga Persik dan dipatahkan kakinya oleh Huang Yaoshi setelah Chen Xuanfeng dan Mei Chaofeng mencuri Kitab Sembilan Bulan. Chen Xuanfeng mati terbunuh di tangan Guo Jing di Mongolia sekali pun ia menguasai ilmu silat yang hebat. Mei Chaofeng mati di tangan Ouyang Feng. Lu Chenfeng memiliki seorang anak yang satu waktu dibantu oleh Huang Yaoshi dalam menyelesaikan permasalahan cintanya. Qu Lingfeng mati terbunuh di istana raja saat mencoba mencuri tulisan dan gambar yang rencananya akan dipersembahkannya bagi gurunya Huang Yaoshi. Ia meninggalkan seorang anak perempuan yang akhirnya dirawat dan diangkat murid oleh Huang Yaoshi. Feng Mofeng mati melindungi Guo Jing dan Yang Guo di buku yang kedua, Kembalinya Sang Pendekar Rajawali.

Huang Rong dapat dianggap juga sebagai salah satu dari murid Huang Yaoshi, akan tetapi ia tidak pernah dapat benar-benar menguasai ilmu ayahnya. Huang Yaoshi belakangan menerima Cheng Ying dan Sha Gu sebagai muridnya. Ia juga mengajari Yang Guo ilmu silat, sebagai seorang sahabat baik. Namun tak seorang pun dari muridnya dapat melanjutkan nama besarnya, karena mereka tidak pernah dapat benar-benar menguasai ilmu silatnya.

Racun Barat  Ouyang Feng
Ouyang Feng dipandang sebagai tokoh jahat paling utama, karena perbuatan-perbuatan kotornya terhadap masyarakat dunia persilatan. Setelah menjadi terkenal sebagai salah satu dari 5 Jagoan Besar dalam turnamen di Gunung Hua San yang pertama, Ouyang Feng berambisi menjadi yang terhebat. Segala yang dilakukannya didorong oleh satu tujuan, mengenyahkan saingan-saingannya, atau mempelajari ilmu silat hebat yang dapat mengalahkan ilmu silat ke-4 jagoan silat lainnya.

Untuk mendapatkan ilmu Sembilan Bulan, Ouyang Feng memaksa Guo Jing membuat sebuah salinan baginya dan kemudian menculik Huang Rong untuk menjelaskan ilmu silat tersebut kepadanya. Tanpa diketahuinya, Guo Jing telah memberinya salinan palsu dan Huang Rong memberinya penjelasan yang salah dan diputar balik. Sebagai akibatnya, Ouyang Feng salah belajar dan menjadi gila.

Sebagai salah seorang tokoh ilmu silat, Ouyang Feng dikenal dengan ilmu Kodok (Ha Ma Gong)-nya. Sesuai dengan peraturan partainya, ia hanya boleh menerima satu orang murid saja, yang dalam hal ini putranya sendiri Ouyang Ke. Yang Kang pernah mencoba menjadi muridnya dan membunuh Ouyang Ke saat ia mencoba menodai Mu Nianci. Ouyang Ke tidak pernah benar-benar dapat menguasai ilmu Ouyang Feng bagaimana pun. Ouyang Feng belakangan menerima Yang Guo menjadi murid dan anak angkatnya. Yang Guo, di buku yang kedua, tidak pernah banyak menggunakan ilmunya. Sehingga Ouyang Feng tidak pernah memiliki seorang pun yang dapat melanjutkan nama besarnya, meskipun pada kenyataannya Yang Guo menggantikan posisinya di 5 Jagoan Besar sebagai si Gila Barat Yang Guo.

Si Kaisar Selatan  Duan Zhixing
Duan Zhixing adalah mantan Raja Negeri Tayli, sebuah negera kecil di sebelah selatan China. Ia mengasingkan diri menjadi seorang rahib dan mengganti namanya menjadi Yideng Dashi. Ia terkenal sebagai seorang yang sangat bijak dan berhati besar.

Duan Zhixing selalu ingin menjadi yang terhebat dalam dunia persilatan. Dalam persiapannya untuk Turnamen Gunung Hua San yang pertama, ia menerima kunjungan dari Wang Zhongyang dan adik seperguruannya Zhou Botong. Duan Zhixing dan Wang Zhongyang berlatih kungfu bersama-sama, dan Duan Zhixing menjadi terobsesi untuk mempelajari ilmu silat sehingga ia mengabaikan istrinya Ying Gu. Terjalin asmara antara Ying Gu dengan Zhou Botong, yang terbongkar oleh Duan Zhixing setelah ia menguasai ilmu silatnya. Duan Zhixing memutuskan untuk membiarkan mereka hidup, namun ia sungguh patah hati.

Kehilangan cinta hidupnya, Duan Zhixing baru menyadari bahwa Ying Gu-lah yang terpenting bagi hidupnya dan bukan nama besar sebagai pendekar silat terhebat di dunia.

Ying Gu kemudian melahirkan seorang putra dari Zhou Botong, yang kemudian dilukai dengan parah oleh Qiu Qianren. Ying Gu memohon kepada Duan Zhixing untuk menyelamatkan bayinya, namun ia menolaknya setelah melihat selempang merah yang diberikan Ying Gu kepada Zhou Botong menyelimuti bayi tersebut. Ying Gu kemudian membunuh bayinya sendiri dan bersumpah untuk membalas kematian bayinya.

Duan Zhixing menyesali apa yang telah dilakukannya dan memutuskan untuk menjadi seorang rahib dan mengganti namanya menjadi Yideng Dashi. Yideng Dashi terus menantikan Ying Gu untuk membalas kematian putranya sejak saat itu.

Sebagai seorang tokoh silat, Duan Zhixing atau Yideng Dashi terkenal dengan ilmu Totok Satu Jari (Yi Yang Zhi)-nya, yang ia pelajari dari Wang Zhongyang. Ia memiliki 4 orang murid, namun tak seorang pun dari mereka berhasil menguasai ilmunya secara sempurna, sehingga tidak ada yang dapat meneruskan nama besarnya.

Pengemis Utara  Hong Qigong
Hong Qigong dapat dianggap sebagai satu-satunya pahlawan dari antara ke-5 Jagoan Besar. Ia menggunakan kekuatan dan posisinya untuk melindungi Dinasti Song. Gerombolan pengemis-pengemis dalam Perkumpulan Pengemis (Gai Bang) diperintah dan diajarinya untuk melakukan perbuatan baik. Hong Qigong dan Ouyang Feng seringkali bersinggungan, karena Hong Qigong sering menggagalkan rencana jahat Ouyang Feng. Hong Qigong adalah seorang yang sangat baik, yang selalu mau menolong mereka yang memerlukan pertolongan.

Bila berbicara tentang makanan, Hong Qigong adalah seseorang yang rakus dan sangat suka makan. Ia mau berjerih lelah mencuri sampai ke istana untuk bisa mendapatkan makanan enak. Kesukaannya akan makanan adalah yang telah digunakan Huang Rong untuk membuat Hong Qigong menerima Guo Jing sebagai muridnya.

Hong Qigong juga menerima penghargaan sebagai salah satu dari 5 Jagoan Besar dalam turnamen di Gunung Hua San yang pertama. Meskipun ia juga mau menerima penghargaan sebagai jagoan kungfu terbesar, ia tidak pernah mencoba untuk mencuri atau mengelabui orang untuk bisa mendapatkan Kitab Sembilan Bulan. Hong Qigong dengan demikian tidak pernah memiliki penyesalan dalam hidupnya.

Sebagai seorang tokoh silat, Hong Qigong terkenal dengan ilmu 18 Jurus Pukulan Penakluk Naga (Xiang Long Shi Ba Zhang) dan 36 Ilmu Tongkat Penggebuk Anjing (Da Gou Bang Fa)-nya. Ia hanya menerima 2 orang murid secara pribadi, Guo Jing dan Huang Rong. Guo Jing diberi ilmu 18 Jurus Pukulan Penakluk Naga, sedangkan Huang Rong diajarinya 36 Ilmu Tongkat Penggebuk Anjing. Di seri ke-2, Yang Guo sebagai seorang murid tak resmi juga diajarinya 36 Ilmu Tongkat Penggebuk Anjing. Guo Jing diangkat untuk mengambil posisi Hong Qigong kelak dalam 5 Jagoan Besar dengan julukan Pendekar Utara Guo Jing.

« Tokoh Jahat


« Ringkasan Cerita Kisah Cinta »

Peta Situs Buku Tamu Hubungi Saya
Serial Silat © 2003. All rights reserved. Serial Silat is a registered trademark of TungNing.com.
All copyrights to pictures and story translations belong to their respective owners and translators. Reproduction or reprinting in its whole entirety or parts, on any medium, including the Internet, without permission is prohibited.
HALAMAN MUKA |  RESENSI |  RUANG BACA |  GALERI |  SERBANEKA |  FORUM |  CHAT |  HUBUNGI SAYA