|
|
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
 |
RINGKASAN CERITA |
|
 |
|

|
|
Prolog

Saat Guo Jing dan Huang Rong tahu bahwa akhir dari Dinasti Song sudah dekat, mereka
mengambil Pedang Xuan Tie Jian yang diberikan Yang Guo kepada mereka dan
menempanya menjadi Pedang Langit dan Golok Naga. Ke dalam Pedang Langit mereka
menyembunyikan kitab Sembilan Bulan Jiu Yin Zhen Jing (kitab ilmu silat terhebat
pada masa itu) dan ke dalam Golok Naga mereka memasukkan Wu Mu Yi Shu (buku
strategi perang yang ditulis oleh Yue Fei) dan kitab Delapan Belas Jurus Pukulan
Penakluk Naga. Dibutuhkan satu bulan lamanya untuk membuat kedua senjata itu.
Huang Rong juga mengerti perasaan Guo Xiang terhadap Yang Guo, sehingga ia juga
membuat sebuah cincin dari Pedang Xuan Tie Jian dan memberikannya kepada
Guo Xiang. Cincin tersebut kelak akan menjadi benda pusaka Partai E’Mei yang
diturunkan turun temurun hanya kepada ketua partai.
Saat kedua senjata tersebut selesai dibuat, Guo Jing dan Huang Rong menyerahkan Golok
Naga kepada putra mereka, Guo Puo Nu, dan Pedang Langit kepada putri kedua mereka, Guo
Xiang. Tidak terlalu lama kemudian, Guo Xiang memutuskan untuk mencari Yang Guo dan
meninggalkan benteng Xiang Yang. Tepat pada hari kepergian Guo Xiang itu,
pasukan Mongolia berhasil menerjang masuk ke Xiang Yang dan menguasainya. Guo Jing dan
Huang Rong mati bunuh diri, Guo Puo Nu pun mati bersama mereka. Orang-orang dunia
persilatan berseteru memperebutkan Golok Naga sejak kematian Guo Puo Nu tersebut.
Sedangkan mengenai Pedang Langit, Guo Xiang mendirikan Partai E’Mei dan Pedang Langit
diwariskannya secara turun temurun kepada ketua partai E’Mei, bersama-sama dengan cincin
pusaka yang dibuat dari bahan yang sama, Pedang Xuan Tie Jian milik Yang Guo.
Juga diturunkan secara turun temurun kepada ketua E'Mei rahasia di belakang Pedang Langit
dan Golok Naga.
Semua orang yang bertarung memperebutkan Pedang Langit dan Golok Naga tahu bahwa kedua
senjata tersebut sangat berharga dan bahwa terdapat rahasia besar di dalamnya, yang dapat
membuat mereka menjadi pemimpin dunia persilatan. Namun tak seorang pun yang tahu secara
pasti rahasia tersebut kecuali ketua dari Partai E’Mei.
|
|
|
|
|
Tokoh central cerita Pedang Langit dan Golok Naga bukan Guo Xiang atau pun sahabat
dari Guo Xiang, Zhang Jun Bao, yang belakangan menamai dirinya Zhang Sanfeng, pendiri dari
Partai Wudang. Pedang Langit dan Golok Naga bercerita tentang Zhang Wuji, putra dari
Zhang Chuisan murid Zhang Sanfeng. Kisah Pedang Langit dan Golok Naga dengan demikian
mengambil latar belakang cerita yang terentang dalam tiga generasi, satu periode lebih
panjang dibanding kedua kisah pendahulunya, Legenda Pendekar Rajawali dan Kembalinya Sang
Pendekar Rajawali.
Sebuah golok yang sangat berharga, Golok Naga, menghubungkan ketiga generasi tersebut.
Murid Zhang Sanfeng Yu Daiyan berhasil mendapatkan golok tersebut, namun sebuah sergapan
mendadak tidak hanya membuatnya kehilangan golok tersebut kepada sekte religius Rajawali
Surgawi (Tianying Jiao) namun juga telah membuatnya lumpuh total akibat urat tangan dan
kakinya diputus. Untuk mencari orang yang bertanggung jawab atas semua itu, Saudara
seperguruan Yu, Zhang Chuisan, berangkat ke Shaolin. Dalam perjalanan ia bertemu dengan
seorang gadis bernama Yin Susu. Yin Susu adalah anggota dari Sekte Ming, sebuah sekte
ortodok yang dianggap jahat. Mereka berjumpa dengan si Raja Singa Berambut Emas
Xie Xun pada suatu acara yang diadakan Sekte Rajawali Surgawi untuk memamerkan Golok Naga
yang ada di tangan mereka. Xie Xun berhasil merebut Golok Naga tersebut dan berencana
membungkam semua yang hadir dengan membunuh mereka, namun karena kalah bertaruh dengan
Zhang Chuisan (yang mampu mengukir puisi di dinding tebing), ia terpaksa membawa Zhang
Chuisan dan Yin Susu. Mereka terdampar di sebuah pulau bernama Pulau Es dan Api, saat
Xie Xun mencari tempat yang terpencil untuk memecahkan rahasia Golok Naga.
 |
 |
Di pulau Es dan Api, Zhang Chuisan dan Yin Susu menjadi sahabat baik dengan Xie Xun.
Zhang Chuisan menikahi Yin Susu dan memperoleh seorang anak laki-laki yang diberi
nama Zhang Wuji. Xie Xun diangkat sebagai ayah angkat Zhang Wuji. Karena khawatir
anaknya akan tinggal sendirian di pulau setelah mereka menjadi tua dan mati, mereka
memutuskan untuk mencari jalan agar dapat kembali ke China daratan.
Namun kemudian Xie Xun memutuskan untuk tetap tinggal di pulau itu, sehingga hanya
Zhang Chuisan, Yin Susu, dan Zhang Wuji yang berangkat meninggalkan pulau Es dan Api.
|
Orang-orang dunia persilatan yang rakus kekuasaan terus mencari-cari Xie Xun karena
ia memegang Golok Naga yang sangat diingini banyak orang. Zhang Chuisan dan Yin Susu
mati bunuh diri karena masa lalu mereka dan keinginan mereka untuk menjaga rahasia di
mana Xie Xun tinggal.
Zhang Wuji menjadi seorang pendekar silat hebat di umurnya yang masih muda sejak ia
secara tidak sengaja menemukan Kitab Sembilan Matahari (Jiu Yang Zhen Jing)
dan mempelajarinya selama lima tahun.
Tidak seperti ayahnya yang yakin akan wanita mana yang dicintainya, Zhang Wuji
bingung memilih wanita mana yang paling disukainya.
Zhou Zhiruo adalah sahabat masa kanak-kanaknya dan
Zhou Zhiruo telah tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik yang mencintainya.
Yin Li, saudara sepupunya, bukanlah seorang gadis yang cantik namun
Yin Li telah jatuh cinta kepadanya sejak mereka pertama kali bertemu.
Zhao Ming, seorang putri Mongolia, juga disukainya meski pada awalnya
Zhang Wuji sangat membencinya karena menyangkanya jahat.
|
 |
 |
|
|
|
|
|
Dan kemudian ada si misterius Xiao Zhao, yang sangat cerdas dan paling
cantik di antara mereka semua.
|
|
|
|
|

|
|
 |
 |
 |
 |
 |

|
|
 |
|
 |