Halo dan selamat datang di serialsilat.com
Home Resensi Ruang Baca Galeri Forum Serbaneka Kontak

Pengarang Cerita Silat
   Pengarang Cerita Silat Terbesar Sepanjang Masa

Pengarang Utama
  Liang Yu Sheng
  Jin Yong
  Gu Long

 Biografi Lengkap
 Karya Lengkap
  Wang Du Lu

Penyadur Indonesia
  Gan Kok Liang (Gan KL)



PENGARANG CERITA SILAT TERBESAR SEPANJANG MASA

Di dalam dunia fiksi Cerita Silat China terdapat 3 tokoh pengarang utama: Liang Yusheng, yang dipandang sebagai pencipta dari Cerita Silat Gaya Baru. Jin Yong yang merupakan penulis cerita silat terpopuler, ialah yang telah membawa novel cerita silat mencapai puncak kejayaannya. Dan yang terakhir, Gu Long, yang dianggap sebagai penulis cerita silat terbesar yang terakhir. Gaya dari ketiga laki-laki hebat ini cukup berbeda, karya Liang Yusheng dipandang sebagai karya yang ortodok, Jin Yong karya-karyanya dianggap semi-ortodok, dan Gu Long memiliki gaya yang tidak ortodok/modern.

Karakteristik tokoh-tokoh jagoan dalam karya-karya mereka adalah sebagai berikut:

Liang Yusheng: Semua cerita-ceritanya memiliki latar belakang historis, biasanya pada masa kekacauan dan peperangan dalam sejarah China. Tokoh jagoannya, karena latar belakang kemampuan silat/kungfu mereka, merasa terpanggil untuk memberikan sumbangsih yang terbaik kepada negara dan rakyat negaranya. Sebagai anggota-anggota dari partai-partai silat ortodok, mereka sangat idealistis dan seringkali melayani Kaisar dan pemerintahan negaranya karena mereka merasa bahwa Kaisar dan pejabat-pejabat pemerintahannya mewakili negara mereka. Meskipun mereka mencoba melakukan yang terbaik, usaha mereka mendapat tantangan berat dari pejabat yang korup yang dibantu oleh jago-jago silat jahat. Pada akhir cerita, sang tokoh jagoan belum mampu mencapai apa-apa. Cerita-cerita dari Liang Yusheng selalu berakhir dengan tragis.

Jin Yong: Hampir semua novel-novelnya memiliki latar belakang historis, masa-masa kekacauan saat negara-negara pergi berperang untuk menguasai China Daratan atau berbagai orang/grup berjuang dengan keras untuk memperoleh kekuasaan di dalam dunia persilatan. Tokoh-tokoh jagoan Jin Yong seringkali sama sekali tidak memiliki ambisi untuk menjadi orang penting dalam masyarakat, namun karena berbagai hal, mereka terseret masuk ke dalam pusaran peperangan, politik, masalah-masalah rasial, dan dendam yang turun-temurun.

Tokoh-tokoh Jin Yong memulai latihan mereka dengan sekolah-sekolah kungfu ortodok, namun setelah itu mereka belajar gaya yang non-ortodok untuk mengembangkan kemampuan asli mereka. Sangat berjiwa patriotik, mereka bersedia mengorbankan diri mereka sendiri bagi negara dan rakyatnya, namun mereka menolak untuk melayani pemerintahan yang ada karena mereka tidak memiliki kepercayaan kepada pemerintahan dengan pejabat-pejabatnya yang korup dan kaisar-kaisarnya yang bodoh.

Tokoh-tokoh utama dalam novel Jin Yong pada akhirnya menjadi pemimpin/tokoh penting dan sukses, namun mereka menghadapi berbagai dilema, seringkali terpecah antara “baik” dan “buruk”, “han” atau “orang barbar”, “persahabatan” atau “kesetiaan”, “cinta” atau “tanggungjawab”, dsb. Setelah mencapai (sebagian) dari tujuan mereka, mereka mengasingkan diri dari masyarakat untuk menjalani kehidupan sederhana bersama dengan orang yang mereka cintai, ke tempat yang terasing jauh dari dunia persilatan yang penuh dengan pertumpahan darah.

Akhir cerita yang bahagia dari novel-novel Jin Yong semuanya mengandung sedikit tragedi, meskipun tokoh-tokoh utama dalam novel Jin Yong berhasil mencapai prestasi yang luar biasa dalam dunia persilatan dan (seringkali) berhasil menemukan cinta sejati dalam hidup mereka, mereka merasa kecewa karena mereka tahu meski mereka dapat menemukan kedamaian itu, banyak orang masih mengalami penderitaan dan tak banyak yang dapat mereka lakukan untuk itu.

Gu Long: Tidak berlatarbelakangkan sejarah. Latar belakang ilmu silat dari tokoh-tokoh utamanya juga tidaklah jelas. Mereka sama sekali tidak menunjukkan sikap hormat kepada pejabat dan pemerintah. Penekanan cerita Gu Long adalah pada persahabatan sejati antar tokoh-tokoh pria utamanya. Tokoh-tokoh tersebut melakukan petualangan murni karena rasa keingintahuan dan sifat keadilan mereka.

Tokoh-tokoh utama Gu Long sedikit menyerupai Scooby Doo dan gerombolannya. Chu Luxiang berkata kepada teman-temannya: “Orang yang membunuh Lingjiuzi, Zuo Youzheng, dan yang lainnya; Ninja yang menyerang saya di dekat danau; laki-laki yang menyamar sebagai pendekar pedang jepang, DAN orang yang bertanggungjawab atas kematian Nangong Ling… mereka sebetulnya adalah orang yang sama! Dan ia adalah si biksu Wuhua!!!” Wuhua menjawab: “Ya! Dan saya seharusnya bisa bebas dari semua ini, kalau bukan karena engkau bocah tukang turut campur!!!”


Seorang penulis terkenal pernah berkata bahwa tokoh-tokoh jagoan Liang Yusheng adalah tokoh-tokoh yang Confucianist: idealistik dan moralistik. Tokoh-tokoh utama Jin Yong adalah tokoh-tokoh yang bersifat Buddhist: enggan bersinggungan dengan perkara-perkara duniawi, mencoba menghindari penderitaan. Tokoh-tokoh Gu Long, di sisi yang lain, adalah Taoist: bebas dan tak terikat.


Liang Yusheng »

Peta Situs Buku Tamu Hubungi Saya
Serial Silat © 2003. All rights reserved. Serial Silat is a registered trademark of tungning.com.
All copyrights to pictures and story translations belong to their respective owners and translators. Reproduction or reprinting in its whole entirety or parts, on any medium, including the Internet, without permission is prohibited.
HALAMAN MUKA |  RESENSI |  RUANG BACA |  GALERI |  SERBANEKA |  FORUM |  CHAT |  HUBUNGI SAYA