|
|
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
 |
ILMU DAN JURUS SILAT |
|
 |
|
|
|
LEGENDA PENDEKAR RAJAWALI
Dalam Legenda Pendekar Rajawali terdapat dua kitab utama: Kitab Sembilan Bulan
(Jiu Yin Zhen Jing), sebuah kitab yang memuat ilmu silat terhebat pada masa itu,
dan Wu Mu Yi Shu sebuah kitab strategi perang yang ditulis oleh Yue Fei.
Kitab Sembilan Bulan
Kitab Sembilan Bulan memuat banyak ilmu yang hebat, tidak hanya ilmu silat yang hebat
(salah satunya jurus Cakar Tulang Putih Sembilan Bulan yang dipelajari oleh Mei Chaofeng,
murid Huang Yaoshi) namun juga memuat ilmu pengobatan, ilmu pukulan, tenaga dalam, dan
lain-lainnya.
Kitab Sembilan Bulan disusun oleh Huang Shang, seorang pejabat pemerintah di masa
kekaisaran Song, yang berbakat dalam ilmu silat dan kesusasteraan. Kaisar Song
memerintahkan Huang Shang untuk menyusun satu kitab berdasarkan ribuan gulungan surat
berisikan aneka ragam keterangan, dari tenaga dalam, ilmu pengobatan, sampai filsafat Tao.
Kompilasi ini menjadi jilid pertama dari Kitab Sembilan Bulan. Empat puluh tahun kemudian
Huang Shang menyusun jilid kedua dari Kitab Sembilan Bulan, berdasarkan hasil penyelidikan
dan latihannya selama empat puluh tahun. Ilmu silat yang dihimpun dan ditulis Huang Shang
mampu menetralisir ilmu silat mana pun dari partai-partai silat yang ada saat itu.
Kedua jilid Kitab Sembilan Bulan tidak terdengar kabarnya selama beberapa tahun dan baru
muncul lagi saat turnamen di Gunung Hua yang pertama diadakan. Lima jagoan besar –
si Sesat Timur Huang Yaoshi, Racun Barat Ouyang Feng, Kaisar Selatan
Duan Zhixing, Pengemis Utara Hong Qigong, dan Dewa Pusat Wang Chongyang –
setuju pemenang dari turnamen tersebut akan menjadi pemilik tunggal dari Kitab Sembilan
Bulan. Setelah pertarungan yang sengit selama tujuh hari, Wang Chongyang akhirnya mampu
memenangkan turnamen tersebut dan merebut Kitab Sembilan Bulan.
Wang Chongyang mewariskan Kitab Sembilan Bulan kepada adik seperguruannya
si Bocah Tua Nakal Zhou Botong. Setelah kematian Wang Chongyang itu, Zhou Botong
pergi ke Pulau Bunga Persik untuk memperingati si Sesat Timur Huang Yaoshi untuk tidak
mencoba-coba mencuri kitab itu dari tangannya. Istri Huang Yaoshi yang memiliki ingatan
fotografis, mampu mengingat seluruh isi dari Kitab Sembilan Bulan dengan sekali melihat
saja. Ia kemudian menyalin seluruh isi dari Kitab Sembilan Bulan itu untuk suaminya.
Mei Chaofeng dan Chen Xuanfeng murid dari Huang Yaoshi belakangan mencuri kitab hasil
salinan tersebut.
Beberapa tahun kemudian, salinan Kitab Sembilan Bulan, yang telah ditatokan Chen Xuanfeng
di kulit dadanya, tanpa sengaja jatuh ke tangan Guo Jing, saat Mei Chaofeng bertarung
dengan Hong Qigong.
Bertahun-tahun setelah itu, saat Guo Jing dan istrinya Huang Rong, yang sedang
mempertahankan benteng Xiang Yang dari serangan kaum Mongolia, melihat bahwa mereka tidak
akan bisa bertahan lebih lama lagi, mereka memutuskan untuk menyembunyikan Kitab Sembilan
Bulan bersama dengan ilmu silat yang lain, ilmu Delapan Belas Jurus Pukulan Penakluk Naga,
ke dalam dua pedang, Pedang Langit dan Golok Naga, yang mereka tempa dari pedang
Xuan Tie Jian milik Yang Guo.
Pedang Langit diwariskan Guo Jing kepada putri termudanya Guo Xiang, yang kemudian
mendirikan Partai E’Mei. Seratus tahun kemudian, ketua generasi ke-4 Partai E’Mei,
Zhou Zhiruo dapat membongkar rahasia Kitab Sembilan Bulan ini dan sempat menggunakannya
untuk menimbulkan kekacauan di dunia persilatan pada waktu itu. Nasib dari Kitab Sembilan
Bulan setelah itu tidak diketahui lagi.
Jurus Tokoh Utama Lainnya
Wang Chongyang
Pendiri Sekte Quanzhen (Quanzhen Jiao) dan miliki julukan si Dewa Pusat. Jurus
andalannya adalah Ilmu Totok Satu Jari (Yi Yang Zhi). Ketujuh
muridnya memiliki ilmu Barisan Tujuh Bintang Utara.
Hong Qigong
Ketua Perkumpulan Pengemis (Gai Bang) dan berjulukan si Pengemis Utara, andalannya
adalah 18 Jurus Pukulan Penakluk Naga (Xiang Long Shi Ba Zhang) dan Ilmu Tongkat
Penggebuk Anjing (Da Gou Bang Fa).
Ouyang Feng
Memiliki julukan si Racun Barat, karena hebat dalam hal racun. Ilmu andalannya
adalah jurus Kodok (Ha Ma Gong). Ia memiliki ilmu tongkat yang cukup hebat juga,
dan beracun karena di ujung tongkatnya Ouyang Feng menaruh ular beracun.
Duan Zhixing
Dengan julukan si Kaisar Selatan. Terkenal dengan jurus andalannya Ilmu Totok Satu
Jari (Yi Yang Zhi), sebenarnya ilmu ini ia dapat dari Wang Chongyang guna
menghadapi Jurus Kodok si Racun Barat Ouyang Feng. Ilmu silat aslinya adalah
Xian Tian Gong.
Huang Yaoshi
Pemilik Pulau Bunga Persik dan berjulukan si Sesat Timur. Ia seorang yang serba
bisa, mengerti ilmu perbintangan, strategi, jebakan, dan menguasai banyak ilmu silat.
Yang terkenal adalah sentilan jarinya, ilmu pedang Pi Kong Zhang, dan ilmu
serulingnya.
Zhou Botong
Berjulukan si Bocah Tua Nakal, karena sifatnya yang masih kekanak-kanakan meski
telah dewasa. Selain menguasai ilmu-ilmu silat Sekte Quanzhen, ia menciptakan ilmunya
sendiri: Pukulan Kosong (Kong Ming Quan) yang bisa bercabang ke jurus Tangan Kanan
dan Kiri, sehingga seakan-akan seperti dua orang.
Qiu Qianren
Ketua Partai Tapak Besi (Tiezhang Bai). Jurus andalannya, sesuai dengan nama
Partainya, adalah Tapak Besi.
Tujuh Orang Aneh dari Selatan
Ilmu silat ke-7 orang ini sebenarnya biasa-biasa saja. Namun mereka terkenal karena
mereka ‘lurus’ dan merupakan guru pertama Guo Jing. Kepalanya Ke Zhen'e,
si Kelelawar Hantu, memiliki jurus Ilmu Tongkat Menakluki Iblis
(Fu Mo Zhang Fa).
|
|
|
|
|

|
|
 |
 |
 |
 |
 |

|
|
 |
|
 |