|
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
 |
 |
TENTANG TRILOGI RAJAWALI |
|
 |
 |
 |
Trilogi Rajawali adalah buah karya seorang pengarang cerita silat terkenal bernama Jin Yong.
Trilogi Rajawali terdiri dari 3 buah novel:
Rentang waktu cerita yang dicakup Trilogi Rajawali kurang lebih 150 tahun secara keseluruhan,
dari era Dinasti Song sampai berakhirnya era Dinasti Yuan (berganti ke Dinasti Ming). Trilogi
Rajawali menceritakan kisah petualangan 3 anak muda: Guo Jing, Yang Guo, dan Zhang Wuji.
Trilogi Rajawali Sebuah Karya Klasik
Meski Jin Yong telah mengarang banyak cerita silat lainnya di samping trilogi ini, namun
ketiga novelnya ini mungkin yang paling terkenal dan paling digemari.
Sejak mulai diterbitkan sebagai cerita berseri di suratkabar, Trilogi Rajawali (bersama dengan
karya-karyanya yang lain) terus menjadi bahan pembicaraan kalangan akademis, pemirsa televisi,
dan tentunya penikmat cerita silat.
Trilogi Rajawali terus menjadi sumber olahan para sutradara film televisi dan layar lebar, para
komikus, hingga para pembuat game komputer.
Orang-orang seolah tidak pernah bosan mengikutinya walau telah berulang kali disajikan,
apakah itu dalam bentuk serial televisi, film layar lebar, novel, maupun komik.
Keistimewaan Trilogi Rajawali
Apa yang telah membuat Trilogi ini begitu istimewa mungkin karena gaya penceritaannya yang
luar biasa mengenai ilmu silat. Ilmu silat di tangan Jin Yong tidak hanya dilukiskan sebagai
ilmu yang tak terkalahkan, namun seperti yang digambarkan oleh Jiu Yin Zhen Jing (Kitab Sembilan
Bulan) dan Jiu Yang Zhen Jing (Kitab Sembilan Matahari), ilmu silat digambarkan sebagai ilmu
yang memadukan kekuatan dan kelemahan, rembulan dan matahari.
Trilogi Rajawali juga menunjukkan pemberontakannya atas tradisi.
Percintaan antara seorang guru dengan muridnya misalnya, yang sangat ditabukan dalam masa klasik
China, diangkat dalam novelnya yang ke-2 yaitu antara Yang Guo dengan gurunya Xiao Long Nui.
Unsur kenegaraan juga begitu kental dimuat Trilogi Rajawali. Kesetiaan kepada negara dan rakyat
merupakan tema pokok dari ketiga novel Trilogi ini.
Tentu hal lain yang membuat Trilogi Rajawali begitu istimewa adalah karena keromantisan ceritanya.
Di mana kita bisa menemukan sebuah cerita tentang seorang laki-laki yang
bersedia menanti istrinya 16 tahun lamanya dengan penuh kesabaran? Atau cerita yang mengisahkan
perjuangan seorang wanita untuk mendapatkan restu ayahnya untuk menjalin hubungan dengan
seorang pria yang pintar-pintar bodoh? Atau cerita tentang seorang pendekar silat yang
bingung menemukan kata hatinya, di antara empat wanita cantik, yang kemudian pada akhirnya
merelakan semua status dan jabatannya sebagai seorang pemimpin hanya untuk bisa bersama dengan
wanita yang dicintainya?
Sekilas Tentang Jin Yong
Jin Yong, yang memiliki nama asli Cha Liang Yong atau dikenal sebagai Louis Cha di kalangan
internasional, dilahirkan di Zhejian China pada tahun 1924. Dia sebenarnya belajar untuk
menjadi seorang diplomat namun malah mengejar karir di bidang jurnalistik. Bosan hanya menulis
berita, Jin Yong mulai mencoba menulis resensi film, menulis skenario film, sampai pada
akhirnya menulis novel. Menulis novel inilah rupanya kekuatan utama dari Jin Yong.
Novel pertama Jin Yong ditulis pada tahun 1955 dengan judul Pedang dan Kitab Suci
(Shu Jian En Chou Lu). Novel ini diterbitkan secara berseri di suratkabar Xin Wan Bao, Hong Kong,
dan mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat. Jin Yong kemudian mendirikan suratkabarnya
sendiri, dengan nama harian Ming Pao Daily, dan menerbitkan novel-novelnya secara berkala di
suratkabarnya tersebut.
Secara total terdapat 13 novel (12 novel panjang dan 1 novel pendek) dan 2 cerita pendek
yang ditulis Jin Yong dalam selang waktu 17 tahun, dari tahun 1955 sampai 1972.
| |
Judul |
Judul Pin Yin |
Thn |
Buku |
Bab |
| 1. |
Pedang dan Kitab Suci |
Shu Jian En Chou Lu |
1955 |
2 |
20 |
| 2. |
Pedang Ular Emas |
Bi Xue Jian |
1956 |
2 |
20 |
| 3. |
Legenda Pendekar Rajawali |
She Diao Ying Xiong Zhuan |
1957 |
4 |
40 |
| 4. |
Kembalinya Sang Pendekar Rajawali |
Shen Diao Xia Lu |
1959 |
4 |
40 |
| 5. |
Rase Terbang dari Pegunungan Salju |
Xue Shan Fei Hu |
1959 |
1 |
10 |
| 6. |
Si Rase Terbang |
Fei Hu Wai Zhuan |
1960 |
2 |
20 |
| 7. |
Pedang Langit & Golok Naga |
Yi Tian Tu Long Ji |
1961 |
4 |
41 |
| 8. |
Sepasang Golok Mustika |
Yuan Yang Dao |
1961 |
CP |
1 |
| 9. |
Kuda Putih Menghimbau Angin Barat |
Bai Ma Xiao Xi Feng |
1961 |
NP |
4 |
| 10. |
Pedang Hati Suci |
Lian Cheng Que |
1963 |
1 |
12 |
| 11. |
Pendekar-Pendekar dari Negeri Tayli |
Tian Long Ba Bu |
1963 |
5 |
50 |
| 12. |
Medali Wasiat |
Xia Ke Xing |
1965 |
2 |
21 |
| 13. |
Hina Kelana |
Xiao Ao Jiang Hu |
1967 |
4 |
40 |
| 14. |
Kaki Tiga Menjangan |
Lu Ding Ji |
1969 |
5 |
50 |
| 15. |
Pedang Puteri Yue |
Yue Nu Jian |
1970 |
CP |
1 |
| KETERANGAN: |
THN - Tahun Terbit, JML - Jumlah Buku, BAB - Jumlah Bab
NP - Novel Pendek, CP - Cerita Pendek
|
Tahun 1972 Jin Yong menyelesaikan penulisan novelnya yang terakhir, Kaki Tiga Menjangan
(Lu Ding Ji), yang telah dimulainya sejak 1969 dan berikrar untuk tidak menulis novel lagi.
Sampai hari ini ikrarnya masih tetap dipegang, namun nama besarnya terus hidup.
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |

|
|
 |
|
 |